LIPUTAN-MALUT.com
NEWS TICKER

Belum Tetapkan Lockdown, Aktifitas Pelayaran Di Pelabuhan Dufa Dufa Mulai Lumpuh

Kamis, 7 Mei 2020 | 11:06 am
Reporter: Samaun Alkatiri
Posted by: LIPUTAN MALUT
Dibaca: 560

TERNATE,Liputan-Malut.com- Kendati belum ada Lockdown atau penutupan akses pelabuhan sped boat oleh Pemerintah Kota Ternate karena masih dalam tahapan pembahasan bersama instansi terkait seperti yang disampaikan Sekertaris Daerah Kota Ternate Thamrin Alwi beberapa waktu lalu. Namun, sudah mulai nampak ada spid boat maupun kapal motor tidak beroperasi.

“Sped boat yang beroperasi mengangkut penumpang itu pun tidak berimbang antara jumlah penumpang dengan kapasitas sped boat lantaran kapasitas sped sekitar 45 penumpang sementara yang tersedia hanya 20 penumpang itupun harus ditunggu berjam jam, sementara kapal motor dengan kapasitas sekitar 100 penumpang lebih yang harus diangkut kapal namun penumpang yang tersedia bisa dihitung dengan jari,” ujar Isnain Koordinator Dinas Perhubungan Kota Ternate Pos dufa dufa kepada Liputanmalut Kamis (07/05/2020).

Isnain mengatakan selain sepi penumpang sejumlah Desa yang ada di Kabupaten Halmahera Barat juga sudah terapkan Karantina mandiri kepada warganya sehinga warga yang ada didesa tersebut takut keluar ke Kota Ternate dan sekitarnya karena sekembalinya mereka ke kampung halaman langsung di karantina selama 14 hari.

“Dari hasil pantauan kami dilapangan memang terjadinya sepi penumpang karena rata rata penumpang dari Halbar sementara sejumlah desa di Kabupaten Halbar sudah terapkan Karantina mandiri sehingga warga yang berani keluar ke kota Ternate setelah mereka balik langsung di karantina selama 14 hari, seperti salah satu kapal Pelita Harapan rute operasi Ternate Halbar Kep Kapal kan sudah kena karantina selama 14 hari akibatnya kapal untuk sementara waktu belum bisa operasi,” ujar isnain.

Sementara Kapos Dufa Dufa Ternate Ridwan S. Gamgulu membenarkan hal itu, menurut Ridwan saat ini ada dua perwira Kapal yang mendapat karantina karena setelah mereka ke kampung halaman tidak diijinkan keluar,” memang kondisi yang ada sangat sepi bahkan ada sped boat maupun kapal yang tidak berlayar karena perwira kapal kena karantina kemudian masyarakat juga takut keluar karena mereka juga kena karantina,” tandasnya. (Maun)

Berita Lainnya

© 2020 liputan-malut.com. All Rights Reserved.

Redaksi - Tentang Kami - Pengumuman

Design by Velocity Developer