LIPUTAN-MALUT.com
NEWS TICKER

Dalam Waktu Dekat NHM Dapat Suntikan Dana Dari Bank Malaysia

Jumat, 5 April 2024 | 12:21 pm
Reporter: Willy Parton
Posted by: LIPUTAN MALUT
Dibaca: 425

HALUT, Liputan-Malut.com – Rencananya sebanyak 1000 karyawan akan di rumah oleh PT Nusa Halmahera Mineral, hal ini dilakukan karena perusahaan kesulitan keuangan yang cukup serius hal tersebut di ungkapkan Kata Wakil Direktur PT.NHM Amiruddin Hasyim.

Amiruddin Hasyim menjelaskan yang di artikan disini yaitu dirumahkan bukan di berhentikan, karena kalau diberhentikan berarti pemutusan kontrak kerja. Wakil Direktur PT NHM ini juga mengatakan, perusahaan saat ini sedang dalam kondisi sakit, sehingga membutuhkan suntikan dana untuk tetap menghidupkan aktivitas operasi.

“Pada prinsipnya begini kalau orang sakit itu untuk sembuh ada dua cara tanpa obat atau harus ada obat, kalau tanpa obat tinggal tunggu mati, tapi kalau mau pake obat maka di perlukan waktu, filosofinya seperti itu.” Kata Amiruddin Hasyim, di Gedung DPRD Halut, Kamis (04/04/2024)

Lanjut dikatakannya, dengan perlu waktu atau pake obat ini, harus ada pihak ke tiga yang melakukan injeksi pendanaan untuk memungkinkan operasi tambang PT.NHM itu bisa pulih kembali. Sehingga lanjut Amiruddin mengatakan, Ada skema pendanaan yang dapat dilakukan yang pertama, yaitu dari pihak perbankan, dimana pihak bank asal Malaysia ini bersedia menyuntikkan sejumlah dana, dengan syarat dan ketentuan yang harus di penuhi oleh pihak-pihak di PT.NHM.

“Salah satu syaratnya dari pihak perbankan ini meminta agar PT.NHM punya likuiditas bisa diyakini, sehingga kita harus menjawab yang dimaksud likuiditas PT.NHM itu seperti apa.” Jelasnya.

Ia juga mengatakan, bahwa beban yang berat saat ini adalah biaya Karyawan, ia menjelaskan, untuk biaya karyawan dalam bentuk gaji berkisar 80-85 miliar per bulannya untuk membiayai kurang lebih 2600 karyawan, itu belum BPJS dan lain-lain.

“2600 karyawan itu Bukan cuma PT.NHM, tapi ada Gorupnya termaksud PT. PJ, PT.Indotan,” terangnya.

Dikatakannya, Kalau kita bertahan dengan kondisi yang ada dimana pembiayaan karyawan cukup besar maka Perusahaan tinggal tunggu mati, karena tidak sesuai dengan hasil produksi yang hasilkan.

“Biaya operasi secara keseluruhan saja 275 miliar per bulan yang didalamnya biaya karyawan 80-85 miliar, dimana sisanya belanja bahan lainnya, seperti biaya minyak, Suport underground. Jadi selama tahun 2023 sampai masuk triwulan 1 2024 ini PT NHM tidak bisa kasi balik biaya pulang pokok dan hanya kerugian terus yang dialami.” ungkapnya.

Amiruddin juga mengatakan, Mungkin nanti ada pertanyaan kenapa sampai bisa seperti itu, karena perusahaan tidak ada uang beli bahan, sementara karyawan tidak di kurangi dan gaji karyawan juga tidak kurang Masih tetap di angka 80-85 miliar itu.

“Dengan beban pembiyayan yang besar sehingga perusahaan merencanakan untuk merumahkan karyawan, tapi bukan diberhentikan karena kalau diberhentikan itu harus ada pemutusan hubungan kerja.” Ujarnya.

Amiruddin menambahkan, perusahaan sementara memikirkan skema, dimana skema yang dipikirkan perusahaan yang salah satunya dari pendanaan perbankan asal Malaysia tersebut, selain itu ada skema lainnya yakni berkerjasama dengan kontraktor dari China yaitu dari Tiongkok, dimana kata Amiruddin yang kita kerjasama nantinya ini merupakan pengusaha profesional yang juga memiliki tambang di Mongolia salah satu negara dengan pertambangan terbesar juga dan itu akan sangat membantu perusahaan.

“untuk presentasi kerugian perusahaan di tahun 2023 itu capai 900 miliar itu baru gaji karyawan, belum yang lainnya, kalau di tambah dengan BPJS karyawan dan lainnya itu mencapai 1.4 triliun di tahun 2023.” ucapnya. (Willy)

Berita Lainnya

 

© 2020 liputan-malut.com. All Rights Reserved.

Redaksi - Tentang Kami - Pengumuman

Design by