LIPUTAN-MALUT.com
NEWS TICKER

Kepala Daerah Periode Ke Empat Berhasil Rubah Wajah Ibu Kota Dari Kumuh Jadi Modern. Sejumlah Ikon Kini Dinikmati Masyarakat Halsel

Kamis, 14 Maret 2024 | 4:17 pm
Reporter: TIM
Posted by: LIPUTAN MALUT
Dibaca: 522
Ikon pariwisata Kota di Kabupaten Halmahera Selatan (Foto Redaksi Liputan Malut)

HALSEL,Liputan-Malut.com– Kabupaten Halmahera Selatan dimekarkan tahun 2003 silam bersama 9 Kabupaten/Kota lain di Maluku Utara. Sejumlah Kabupaten terlihat perkembangan nya sangat pesat di semua aspek. 

Kabupaten Halmahera Selatan khususnya, dua 3 kali Pilkada dengan dua pemimpin alias Bupati hasil Pilkada yakni 2005-2010 dan 2015. Pasca masyarakat memberikan kepercayaan kepada pemimpin sebelumnya. Namun, banyak hal yang belum dilakukan terutama pada infrastruktur, baik di kota maupun di Kecamatan bahkan Desa. Padahal, harapan masyarakat dengan adanya pemimpin bisa memberikan dampak manfaat bagi kelangsungan hidup masyarakat di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan. 

Pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ke empat (4) tahun 2020 atau 3 tahun lalu terpilih salah satu putra daerah asal makian kayoa (Makayoa) yakni Hi. Usman Sidik untuk memimpin Kabupaten Halmahera Selatan. Namun, Allah atau Tuhan berkata lain karena pemimpin yang banyak berbuat itu harus meninggal dunia di usai 50 tahun  atau menjadi Bupati hanya selama  2,6 tahun. Namun, almarhum berhasil menata wajah ibu kota Halmahera Selatan dalam kurun waktu 2.6 tahun.

Hal ini terlihat nyata dari sejumlah pembangunan di masa pemerintahan dia yang terbilang singkat ini, sejumlah tempat kumuh di wilayah Ibu kota pun disulap menjadi ikon kota kebanggaan Halmahera Selatan.

Labuha yang merupakan ibu kota kabupaten Halmahera Selatan kini terlihat lebih kekinian di tangan pria kelahiran Kayoa 13 April 1997. Kota yang berada di sepanjang pesisir teluk gunung sibela ini, kini lebih memiliki daya tarik tersendiri saat menikmati sunset atau matahari terbenam di sore hari.

Tak heran banyak yang bilang pemandangan sore hari saat matahari terbenam di bawah garis cakrawala laut Labuha dapat menghipnotis mata setiap pengunjung. Bahkan pemandangan ini lebih menambah suasana menjadi indah dengan kehadiran taman Zero Point.

Lokasi taman ini sebelumnya dijadikan pasar ikan di tahun 2005 – 2010 oleh pemerintahan sebelumnya, kemudian dijadikan tempat parkir kendaraan laut atau ketinting di tahun 2010-2021. Namun pemerintahan di bawah kepemimpinan Usman Sidik tempat tersebut disulap menjadi kawasan ruang terbuka hijau dengan ikon kota yang diberi nama taman zero point.

Kini, taman zero point ramai dikunjungi, di mana kawasan ini di masa pemerintahan Usman Sidik rencananya disediakan jaringan internet gratis dengan kualitas terbaik untuk menambah rasa nyaman bagi pengunjung.

Selain zero point di Labuha, pembangunan UMKM Milenial di Desa Tembal juga terlihat sangat indah, keindahan tempat ini seperti di jumpai di kota-kota besar di tanah jawa. Padahal lokasi tersebut sebelumnya merupakan bekas pasar sayur yang berdekatan dengan pasar ikan yang sudah lama tidak terurus.

Kini, UMKM Milenial jadi rekomendasi tempat santai kekinian ditambah suasana terlihat lebih elegan dengan cahaya kuning pada lampu klasik berpendar di tengah kegelapan malam, di mana cahaya lampu klasik pada lokasi tersebut telah menambah suasana malam terlihat lebih indah nan romantis.

Selanjutnya, ada taman papaloang park yang berlokasi di kawasan perumahan bupati di Desa Papaloang. Taman tersebut di bangun ditengah-tengah kediaman bupati dan wakil bupati.

Sebelumnya, papaloang park hanya lahan kosong yang ditumbuhi pepohonan dan semak belukar, namun saat ini lokasi tersebut menjadi incaran masyarakat hanya sekedar datang menikmati keindahan taman serta melepas lelah.

Taman yang berada di kawasan perumahan bupati itu saat ini banyak dikunjungi baik itu pengunjung dari wilayah Bacan maupun dari luar, dan kehadiran taman tersebut saat ini menjadi rekomendasi para pengunjung hanya untuk mengabadikan momen bersama keluarga.

Mendiang Usman Sidik sebelumnya mengatakan, masih banyak tempat di Ibu kota Halmahera Selatan yang siap di bangun di massa pemerintahanya. Hal ini dilakukan semata untuk kemajuan daerah dan kenyamanan masyarakat.

Pengresmian tugu zero Poin oleh Bupati Halmahera Selatan Usman Sidik ( Foto Istimewa Liputan Malut)
Pengresmian tugu zero Poin oleh Bupati Halmahera Selatan Usman Sidik ( Foto Istimewa Liputan Malut)

“Kemajuan suatu daerah terletak juga pada ikon pariwisata kota sehingga wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Halmahera Selatan tidak hanya fokus pada substansi investasi semata misalnya pertambangan dan lainnya, tetapi mereka juga bisa nikmati ikon pariwisata di sejumlah tempat,”ungkapnya pada 26 Desember 2022 silam

Meski begitu, Politisi PKB itu lebih dulu berpulang pada Desember 2023, namun program penataan kawasan ibu kota Halmahera Selatan yang dicanangkan sebelumnya telah masuk pada proyek multiyears yang saat ini tengah dikerjakan di tahun 2024 oleh Bassam Kasuba.

Diantaranya, pembangunan jalan dan jembatan kawasan strategis perkotaan Labuha, pembangunan pelabuhan dermaga semut di Tuwokona, pembangunan dan penataan tempat wisata Nusa raa, serta pembangunan dan penataan kawasan strategis ekonomi di sepanjang labuha hingga Tembal yang saat ini tengah dikerjakan. (TIM)

Berita Lainnya

 

© 2020 liputan-malut.com. All Rights Reserved.

Redaksi - Tentang Kami - Pengumuman

Design by