LIPUTAN-MALUT.com
NEWS TICKER

Dikasih Panjar Rp. 500 Ribu, PT. BUMN Terlantarkan Puluhan Warga Makasaar di Halsel

Minggu, 17 Januari 2021 | 10:43 am
Reporter: Pemred
Posted by: LIPUTAN MALUT
Dibaca: 797
Kondisi calon pekerja yang ditelantarkan PT. BUMN diaula Masjid Raya Bacan (Foto Redaksi Liputan Malut)

HALSEL,Liputan-Malut.com- PT Bangun Usaha Mandiri Nusa (BUMN) salah satu perusahaan besar di Halmahera Selatan (Halsel) dua pekan kemarin mendatangkan puluhan pekerja asal Makasar. Namun, mereka di terlantarkan di Masjid Raya Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel).

Informasi yang dihimpun Redaksi Liputan Malut menyatakan bahwa puluhan warga Makassar di datangkan oleh PT. BUMN ke Halmahera Selatan dengan janji mau dipekerjakan untuk membangun perumahan di kawasi Kepulauan Obi tetapi hingga saat ini warga Makassar yang didatangkan itu belum juga dipekerjakan, malah diterlantarkan.

Saat ditemui Redaksi Liputan Malut, puluhan warga Makassar itu langsung menceritakan kronologis, bahwa pegawai PT. BUMN, Rani Bimahari sebagai penanggungjawab mencari karyawan dan meyakinkan bahwa semua calon pekerja dari Makassar ketika tiba di Bacan langsung bekerja sehingga mereka percaya dan ikut karena berharap langsung kerja supaya bisa menghidupi keluarga. 

“Sudah tiba di Bacan tapi sampai saat ini kami malah terlantar. Anak Istri perlu makan, berharap kita sudah kerja supaya bisa kirim ke mereka, karena waktu kami ke Bacan dikasih panjar satu orang cuman Rp. 500 ribu, itu juga sebagian sudah habis karena ada yang titip di istri Rp. 300.000 dan bawa di kapal saat perjalanan dari Makasar ke Bacan Rp. 200.000,”tandas Suprianto

Karena di terlantarkan maka mereka mengaku bingung. Sebab, sudah terhitung lima hari mereka tiba di Bacan dan hanya ditampung dalam aula Masjid Raya Labuha belum juga dipekerjakan di Obi. 

“Sudah 5 hari ini kami belum juga kerja. Padahal, kami dijanjikan sampe di Bacan langsung kerja,”Ujar Suprianto didampingi warga Makassar lainya, Sabtu (17/01/20)

Suprianto meminta kepada pihak, PT. BUMN kalau tidak dipekerjakan, maka lebih baik mereka dipulangkan ke Makassar. “Kalau tidak dipekerjakan lebih baik pulangka saja kami supaya bisa cari pekerjaan disana” pinta Suprianto dan warga Makassar lainya.

Sementara itu, Pegawai PT. BUMN, Rani Bimahari saat ditemui sejumlah awak media kemarin di halaman masjid Raya, dirinya menghindar dari pertanyaan wartawan dan bersikeras tidak mau memberikan keterangan terkait keluhan yang disampaikan oleh ratusan calon pekerja dari Makassar. “Maaf saya tidak mau berikan keterangan, nanti kekantor saja,”ujar Rany sambil berjalan meninggalkan wartawan (Red)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *

© 2020 liputan-malut.com. All Rights Reserved.
Design by Velocity Developer