LIPUTAN-MALUT.com
NEWS TICKER

Dibangun Habiskan Anggaran Ratusan Juta, Pasar Babang Sudah di Kelilingi Semak-semak

Kamis, 6 Agustus 2020 | 7:53 am
Reporter: Pemred
Posted by: LIPUTAN MALUT
Dibaca: 429
Pasar Babang sudah kelilingi rumput karena tidak difungsikan (Foto Redaksi Liputan Malut)

HALSEL,Liputan-Malut.com- Dinas Perindustrian dan perdagangan (Dioerindag) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) tampaknya tidak punya kemampuan mengatur para pedagang yang berjualan di Babang. Buktinya, pasar yang dibangun menggunakan anggaran ratusan juta rupiah hingga kini tak kunjung ditempati oleh pedagang.

Amatan Redaksi Liputan Malut, gedung yang dibangun terlihat sangat megah itu kini sudah dikelilingi rumput semak-semak, dan didalam bangunan itu jadi tempat berteduh dan tempat istirahat binatang kambing.

Informasi yang dihimpun disejumlah warga terkait gedung pasar itu mereka mengaku pasar itu dibangun sudah lama tetapi tidak ada pedagang yang masuk berjualan. Padahal, didalam gedung itu sudah di desain dalam tersedia ruko dan tinggal dimasukkan barang untuk dijual.

“Kalau torang lihat pasar itu sudah lama tidak ada pedagang yang tempati. Padahal, samua fasiltas lengkap, tapi baiknya Pak langsung tanya ke Pemda saja, karena dorang (mereka) lebih tau”ujar beberapa warga saat ditemui di Redaksi Liputan Malut, Rabu Kemarin

Terpisah Kadisperindag Halsel, Muhammad Nur saat dikonfirmasi Redaksi Liputan Malut via watshaap, Kamis (06/08/2020) terkait pasar tersebut dia mengaku bahwa pasar babang yang berada di pinggir jalan menuju pelabuhan itu betul sampai saat ini belum difungsikan karena beberapa kendala dan pihaknya sudah tawarkan ke pedagang tapi tidak diminati, bahkan pedagang yang dulunya di pasar Babang sekarang sebagian besar membangun toko di sepanjang jalan utama menuju pelabuhan Babang.

“Karena mereka tidak bersedia maka aktifitas ekonomi disekitar bangunan pasar sepi, bongkar muat di pelabuhan rakyat, mobilitas penumpang dari pulau seberang, terminal dan lainnya perlu dimaksimalkan,”tandasnya

Dalam lapak terlihat sepi karena Taka ada pedagang (Foto Redaksi Liputan Malut)

Terhadap masalah tersebut pihaknya telah menyiapkan beberapa langkah sudah upayakan
yakni membuat site plan terintegrasi pasar, pelabuhan, terminal dan pariwisata untuk kawasan pasar babang agar semua sektor bisa berjalan bersamaan untuk memutar roda perekonomian di kawasan pasar agar pedagang berminat menempati pasar yg dibangun.

“Kami sedang mengusulkan melalui Kemendag untuk bisa dibangun pasar Basah dengan letak bangunan sesuai site plan yg sudah ada, supaya pada saat pembanguan ada sebagian pedagang akan kita tempatkan di gedung pasar yang saat ini belum berfungsi,”pungkas (Red)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *

© 2020 liputan-malut.com. All Rights Reserved.
Design by Velocity Developer