LIPUTAN-MALUT.com
NEWS TICKER

Bupati Bahrain Kasuba Buka Rembuk Stunting 2020

Kamis, 25 Juni 2020 | 11:20 am
Reporter: Zulhaidir Tuahuns
Posted by: LIPUTAN MALUT
Dibaca: 232

HALSEL,Liputan-Malut.com- Rembuk aksi percepatan penurunan stunting di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) tahun 2020 resmi di gelar, Rabu (24/06/2020). Kegiatan di buka oleh Bupati Bahrain Kasuba di dampingi istri Hj. Nurlaila Muhammad yang juga sebagai ketua tim penanggulangan Stunting Kabupaten Halsel.

Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tiap tahun karena terkait dengan pembinaan dan pengawasan kinerja Kabupaten/Kota dalam meningkatkan keterpaduan intervensi gizi dalam rangka percepatan penurunan stunting yang merupakan salah satu prioritas nasional serta penetapan Kabupaten Halsel dalam 100 Kabupaten/Kota prioritas penanganan stunting secara Nasional.

Bupati Bahrain Kasuba menyampaikan bahwa kegiatan stunting merupakan kegiatan strategi dan sangat penting meski di tengah pandemi Covid-19 ini maka pihaknya tidak sedikitpun mengabaikan tentang penanganan stunting karena hal ini sangat menggangu stabilitas kehidupan masyarakat.

“Di daerah ini kurang lebih terdapat 49 lokus yang harus kita cegah bersama-sama untuk itu kita semua perlu berkomitmen serius dalam penanganan,”ujarnya

Usai menyampaikan sambutan, Bupati Bahrain bersama istri langsung melakukan penanda tanganan komitmen percepatan penanganan stunting yang di ikuti dengan seluruh undangan SKPD yang hadir.

Sementara itu, kepala dinas Kesehatan Halsel, Hj. Husna Muhammad mengatakan, dalam menangani stunting ada delapan.
“aksi pertama mengidentifikasi sebaran stunting, kedua melakukan perencanaan, kemudian rembuk stunting, harus ada peraturan Bupati tentang peran desa, pembinaan terhadap KPM, sistem manajemen data, pengukuran dan publikasi Stunting dan reviw kinerja tahunan,”tandasnya

Menurutnya, stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. “Stunting ini terlambat dikenali karena dia gangguan gizi kronis dan biasanya dapat dilihat setelah usia 2 tahun” kata Husna saat menyampaikan materi stunting (Jul)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *

© 2020 liputan-malut.com. All Rights Reserved.
Design by Velocity Developer