LIPUTAN-MALUT.com
NEWS TICKER

Oknum Penyidik Polda Malut Diduga Bermufakat Jahat Bersama Mantan BPBD Halsel Tukar BB Biji Emas, Nama Kasubdit IV Ikut Terseret 

Rabu, 20 Maret 2024 | 8:11 am
Reporter: Julhaidir tuahuns
Posted by: LIPUTAN MALUT
Dibaca: 565

HALSEL,Liputan-Malut.com- Oknum penyidik Polda Maluku Utara di duga kuat menukar Barang Bukti (BB) Sebanyak 1.969 karung bahan berupa ampas hasil olahan biji emas yang masih mengandung emas untuk di olah kembali pada kasus penangkapan tindak pidana pertambangan di Kabupaten Halmahera Selatan Tahun 2023 lalu

Kepada awak media, Selasa 19 Maret 2024 salah satu kuasa hukum terduga menjelaskan ada dugaan penukaran BB oleh oknum penyidik Polda Maluku Utara terkait kasus yang ia dampingi.

Dalam Press Release yang di terima awak media menjelaskan, Tersangka insial LU ditangkap oleh Penyidik Polairud Polda Maluku Utara pada hari Sabtu tanggal 17 Juni 2023 lalu di atas Kapal KLM Berkat 01 di Perairan Obi Latu dengan mengangkut tanah hasil olahan berupa ampas yang diduga mengandung emas sebanyak 1.369 karung.

Selanjutnya tersangka SU, ditangkap oleh Penyidik Polairud Polda Maluku Utara pada hari Minggu tanggal 18 Juni 2023 di atas Kapal KLM Rahmat Baru 01 di Perairan Obi Mayor dengan mengangkut tanah hasil olahan berupa ampas  yang diduga mengandung emas sebanyak 600 karung, barang tersebut di angkut dari desa manatahang kecamatan Obi Barat menuju Desa Anggai Kecamatan Obi untuk dilakukan pengolahan menjadi emas dengan menggunakan tong (alat pengolahan) yang ada di tambang rakyat Desa Anggai

Alhasil Kedua tersangka ditangkap dan di serahkan kepada Penyidik Subdit IV Tipidter Dit Reskrimsus Polda Maluku Utara beserta barang buktinya sebanyak 1.369 karung milik LU di tambah 600 karung Milik SU kemudian Keduanya di tersangkakan dalam perkara dugaan tindak pidana di bidang pertambangan oleh Penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku Utara.

Kuasa Hukum tersangka SU, Fahmy Subur, S.H. dan Abdullah Adam, S.H.,M.H. menduga Penukaran barang bukti tersebut dilakukan oleh Oknum Para Penyidik Subdit IV Tipidter Dit Reskrimsus Polda Maluku Utara,”Akuinya.

Lanjut Fahmy, menurut keterangan Nahkoda Kapal insial LR alias Larahimo, dirinya diperintahkan oleh Penyidik untuk menahkodai kapalnya dan menurunkan barang bukti yang ditangkap dan diamankan ke tempat AL  di Desa Jikutamo Kecamatan Obi, sehingga di duga kuat AL bekerjasama dengan Penyidik dalam penukaran barang bukti Milik kedua tersangka.

Setelah di turunkan barang bukti ke Saudara AL kemudian LR alias Larahimo sebagai Nahkoda Kapal KLM Rahmat Baru 01 di perintahkan oleh Penyidik Pembantu insial ZL untuk menahkodai Kapalnya dari Desa Jikotamo menuju di suatu tempat yang berada di wilayah Kecamatan Obi untuk melakukan penukaran barang bukti sebanyak 1.369 karung di tambah 600 karung sehingga total 1.969 karung bahan yang mengandung emas, kemudian semua karung yang tadinya telah ditukar dengan tanah (tidak lagi mengandung emas), dibawa ke Labuha untuk dijadikan sebagai benda sitaan atau barang bukti dan dititipkan di Polsek Bacan yang berada di Labuha,”Ujarnya.

Fahmy menduga, Barang  bukti tanah yang sebenarnya mengandung emas, atas perintah AL yang diduga kuat bekerjasama dengan penyidik dan penyidik pembantu insial ZL dimana bahan tersebut berada di Desa Jikotamo diangkut menggunakan mobil truk dan dibawa ke Desa Anggai oleh WB alias Wabua La Ece dan telah dilakukan pengolahan seluruhnya sampai habis tidak ada lagi yang tersisa, keterangan Larahimo ini juga sesuai dengan keterangan saksi insial SE,” Kata Fahmy.

Keterangan Saksi SE selanjutnya, pada saat itu WB mengangkut ampas olahan emas dari desa jikotamo menuju ke desa anggai menggunakan Mobil Truk namun kemudian di perjalanan di Halangi oleh DD alias Dodo yang mana menurut Dodo ampas tersebut miliknya saat bekerja sama berbisnis dengan Tersangka LU di Desa Manatahan yang di Tangkap oleh Polairud Polda Malut pada waktu itu, dan ampas tersebut di bawa ke Tong milik WB dan telah dilakukan pengolahan.

Kuasa Hukum Tersangka menduga Barang Bukti Ampas Tanah Para Tersangka tersebut yang di Tukar telah di lakukan Pengolahan di Tong yang berada di Desa Anggai, dan dugaan kami ini ada keterlibatan Kasubdit  IV dalam penukaran barang bukti tersebut. Tuding Fahmy

“Dengan adanya perbuatan para oknum penyidik tersebut maka kami selaku Kuasa Hukum Tersangka, menduga kuat ada keterlibatan atau perintah Kasubdit IV selaku penyidik kepada penyidik pembantu atas penukaran barang bukti tersebut, olehnya itu selaku kuasa hukum, kami akan melaporkan para oknum penyidik dan Penyidik Pembantu Subdit IV Tipidter Dit Reskrimsus Polda Maluku Utara kepada Propam tembusan ke Kompolnas dan Laporan Pidana Ke Ditreskrimum Polda  Malut atas dugaan Pencurian dan Penggelapan Barang Bukti Ampas/Tanah hasil olahan yang mengandung Emas milik Tersangka tersebut. Tegas Fahmy.

Terpisah AL yang diduga terlibat dalam penukaran BB tersebut ketika di temui awak media di kediamannya, Jalan karet puti Desa Kampung Makean Kecamatan Bacan Selatan, Selasa 19 Maret 2024 dirinya mengelak atas dugaan tersebut.

Mantan Kepala Badan (Kaban) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Selatan itu mengaku tidak mengetahui tersangka Larahimo, sementara tersangka LU hanya sebatas mengenal tetapi tidak bertemu, apalagi terkait kasus bahan yang mengandung emas yang di sita polisi. Kata AL.

Bahkan dirinya meminta untuk mengambil gambar ID Card wartawan untuk di kirim ke pihak kepolisian dengan tujuan melapor balik kepada sumber yang memberikan informasi kepada media atas pencemaran nama baik. Al juga mengatakan bahwa dirinya dikenal semua polisi di Halmahera Selatan yang entah apa tujuan dari pernyataan tersebut.

Di waktu yang sama Saksi insial SE ketika di konfirmasi, menjelaskan bahwa BB yang di sita polisi saat itu telah di olah menggunakan Tong milik Wabua La Ece bahkan kata SE, ketika dodo mengklaim sebagian barang sitaan polisi dari LU adalah miliknya yang saat itu di olah di tempat wabua, lalu memindahkan ke pengolahan milik IK, pada saat itu AL menelpon kepada IK dan mengaku barang yang di olah dodo itu miliknya sehingga bila AL mengatakan tidak mengetahui persoalan ini, itu bohong Karana saya sendiri mendengar percakapan antara IK dan AL. Kata Saksi SE

Diketahui, Wabua La Ece adalah pengedar 19 ton sianida milik Nicholas yang diduga tidak memiliki izin atau Dokumen pengguna akhir dan peruntukan19 ton sianida ini sempat di lidik Polres Halsel lalu di hentikan karena memiliki izin Perdagangan yang terdaftar di Online Single Submission (OSS) dengan Nomor Induk Berusaha : 0282010251863 atas nama CV. Surya Semesta Sakti.

Perlu di ketahui juga, kasus pertambangan tanpa izin dan Pelayaran ini, saudara Larahimo sebagai Nahkoda Kapal di jerat pasal 323 ayat (1) Jo, Pasal 219 Ayat (1) undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2008 Tentang Pelayaran. Larahimo di vonis subsider kurungan (1 bulan) pidana penjara waktu tertentu (3 bulan) dan pidana denda Rp. 10 Juta oleh Pengadilan Negeri (PN) Labuha.

Informasi yang di himpun media ini, Penuntut Umum (PU) melakukan Banding  ke Pengadilan Tinggi, sebelumnya Laharimo di tuntut PU Lima Bulan Penjara, dari hasil banding ke Pengadilan Tinggi, Hukuman Larahimo  sesuai tuntutan jaksa yakni lima bulan di tambah satu bulan subsider.

Sementara LU di jerat pasal 161 Undang-undang RI Nomor 03 Tahun 2020 Tentang perubahan atas undang nomor Nomor 4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara 

Saat ini LU Masi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Halmahera Selatan tanpa di dampingi Kuasa Hukum

Selain itu, SU yang saat ini masih dalam tahapan penyelidikan dan penyidikan oleh Penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku Utara. (Jul/red)

Berita Lainnya

 

© 2020 liputan-malut.com. All Rights Reserved.

Redaksi - Tentang Kami - Pengumuman

Design by