LIPUTAN-MALUT.com
NEWS TICKER

Daud dJubedi : Gustu Kewalahan Karena Massa Lebih Banyak Dari Personil Yang Mengawal Penjemputan Bupati

Rabu, 22 Juli 2020 | 11:52 pm
Reporter: Pemred
Posted by: LIPUTAN MALUT
Dibaca: 644

HALSEL,Liputan-Malut.com- Menanggapi sorotan Anggota DPRD Halsel terkait Ketua Satgas Covid 19 Halsel, Bahrain Kasuba abaikan protokol kesehatan, Sekretaris gugus tugas (Gustu) Covid 19 Halsel, Daud dJubedi angkat bicara.

Ketika dikonfirmasi Redaksi Liputan Malut via telepon seluler terkait sorotan tersebut, Daud dJubedi mengatakan terkait kegiatan penjemputan Bupati Halsel Bahrain Kasuba itu pihaknya sudah disurati oleh Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) dan dalam surat tersebut dicantumkan jumlah masa yang datang menjemput itu personilnya sebanyak 100 orang.

“Setelah menerima surat itu kami langsung mengarahkan tim untuk mengawal penjemputan dengan menerapkan protokol kesehatan standar dan itu terjadi ketika dipelabuhan Kupal tadi.  Ketika speed boat yang ditumpangi Pak Bupati merapat kami melakukan standar protokol kesehatan, melakukan penyemprotan Desinfektan, penyeldikan epidemiologi (PE), pemeriksaan suhu badan, pemeriksaan rapid test. Pak Bupati dan Ibu bersama rombongan sangat kooperatif saat dilakukan pemeriksaan oleh satgas Covid 19,”tandasnya

Lanjut Daud mengatakan, masa yang masuk dalam pelabuhan itu semua elit partai koalisi saja sedangkan yang lain itu diluar dan kami masih pantau kemudian masih terkendali sampai dengan acara tarian, cakalele. Setelah cakalele dan iring-iringan keluar ternyata diluar itu lonjakan masa yang besar menggunakan kendaraan roda, roda empat dan sebagainya dan itu diluar kendali Gustu Covid 19.

“Dan itu yang diluar kendali gugus tugas (Gustu) Halsel karena tiba-tiba massa membludak yang begitu banyak. Dan (mohon maaf) kami Gustu kalah jumlah antara massa yang datang dengan personil gustu yang diterjunkan di lapangan sehingga kami langsung Konfirmasi ke kordinator lapangan (korlap) untuk mempertanyakan kenapa massa sebanyak ini karena laporannya cuman 100 orang. Jawaban korlap bahwa itu spontan makanya mereka berada diluar pelabuhan bukan didalam,”tambah Daud

Masih menurut Daud, karena massa sudah banyak dan tidak bisa lagi dikendalikan sehingga kami hanya memantau dan pada saat di lokasi acara ternyata massa lebih banyak membludak maka pihaknya juga kewalahan.

“Jadi bukan membiarkan tetapi personil juga tidak berimbang dan massa yang datang diluar kendali kami dan Pak Bupati juga tidak menginginkan hal itu terjadi maka beliau dari awal sudah sampaikan agar tidak melakukan hal-hal seperti itu tetapi masa sudah datang dan kita juga tidak bisa mengandaikan,” pungkasnya (Red)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *

© 2020 liputan-malut.com. All Rights Reserved.
Design by Velocity Developer