LIPUTAN-MALUT.com
NEWS TICKER

Tiga Kecamatan Miskin Guru, Dikbud Ternate Batalkan Penerimaan Tenaga PTT Dan Honorer

Rabu, 13 Oktober 2021 | 9:33 am
Reporter: Ade H kaidati
Posted by: LIPUTAN MALUT
Dibaca: 82
PLT Kadikbud Kota Ternate Bahtiar Teng
PLT Kadikbud Kota Ternate Bahtiar Teng

TERNATE,Liputan-Malut.com- Kendati Kecamatan terluar seperti Hiri Batang dua dan Kecamatan Moti masih terdapat kekurangan tenaga pengajar, namun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Ternate telah membatalkan penerimaan guru tidak tetap (PTT) dan guru honorer dilingkup Pemkot Ternate, pembatalan itu dilakukan berdasarkan peraturan dari Kementerian Pendidikan serta instruksi langsung dari Pemerintah Pusat kepada Kepala Daerah agar tidak melakukan pengrekrutmen PTT di Daerah,” Jelas Bahtiar Teng PLT Kepala Dinas pendidikan dan Kebudayaan Kota Ternate ketika ditemui diruang kerjanya Selasa (12/10/2021).

Dengan melihat instruksi Pemerintah pusat tersebut, tentunya Pemkot Ternate tidak bisa berharap banyak untuk mengisi kekosongan tenaga pengajar guru di tiga Kecamatan itu, karena untuk mengsiasati itu Dikbud Kota Ternate bakal melakukan pendataan seluruh guru yang ada di wilayah Kota Ternate kemudian didistribusikan ke Sekolah yang ada di tiga Kecamatan, batang dua hiri dan Moti, itu pun jika masih terdapat kelebihan guru di setiap Sekolah yang akan didatah tersebut.

“Kekurangan guru yang di butuhkan di tiga Kecamatan, kami dari Dinas pendidikan akan melakuan pendataan guru yang ada di Kota ternate untuk di pindakan ke sekolah yang berada di tiga Kecamatan berdasarkan permintaan kebutuhan di sekolah tersebut, itupun kalau ada kelebihan guru di kota ternate,”ujar Bahtiar.

Selain itu lanjut Bahtiar, solusi mengatasi kekurangan guru hanya dengan seleksi penerimaan CPNS dan P3K , dimana P3K setara dengan CPNS hanya saja P3K tidak ada gaji pensiun, terkait seleksi rekrutmen P3K tahun 2022 menurut Bahtiar sudah ada sinyal setelah pertemuan Kementerian bersama Dikbud Kota Ternate beberapa waktu lalu,” tandasnya.

Diakui kebutuhan guru lebih diprioritaskan karena dalam dua tahun terakhir jumlah Guru yang pensiun mencapai 100 orang lebih, olehnya itu ia meminta semua pihak bisa bersabar semoga ditahun 2022 ada seleksi rekrutmen P3K, karena semua biaya seleksi ditangung Pemerintah Pusat melalui Kemendikbud,” Harap Bahtiar (Deka/Red)

 

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *

© 2020 liputan-malut.com. All Rights Reserved.
Design by Velocity Developer