LIPUTAN-MALUT.com
NEWS TICKER

Cuek Keluhan Warga Walikota Diminta Evaluasi BPBD Kota Ternate

Sabtu, 4 Maret 2023 | 8:56 am
Reporter: Ade Kaidati
Posted by: LIPUTAN MALUT
Dibaca: 458

TERNATE,Liputan-Malut.com- Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ternate mendapat sorotan tajam dari Ketua RT 006 Torano Kelurahan Marikurubu Kecamatan Kota Ternate Tengah, lantaran diduga mengabaikan keluhan warga lingkungan Torano terkait musibah tanah longsor yang nyaris membahayakan warga sekitar lokasi, padahal keluhan itu telah disampikan berulang kali.

Ketua RT. 006/RW03 Torano Kelurahan Marikurubu Munawar H. Muhammad kepada Media ini Jumat (03/03/2023) mendesak Walikota Ternate Dr. M. Tauhid Soleman segera instruksikan kepada instansi terkait dalam hal ini BPBD Kota Ternate agar segera memperatikan tanah longsor di lingkungan itu,”Desaknya.

Ketua RT mengaku kesal dengan BPBD Kota Ternate karena musibah tanah longsor dilingkungan itu sudah berlangsung lama, bahkan keluhan yang disampikan melalui Kelurahan secara resmi ke BPBD, sudah tercatat tiga kali namun tidak ada respon hingga saat ini,” Kesalnya.

“Kejadian ini sejak tahun 2021 dan sudah saya laporkan ke lurah dan lurah sudah tindak lanjut laporan itu sebanyak 3 kali ke BPBD, tetapi anehnya BPBD beralasan belum ada laporan yang masuk ke mereka, bahkan dilingkungan itu ada salah satu ASN dari BPBD Kota Ternate yang juga sudah mendapat laporan serupa”Herannya.

Ketua RT mengaku sebelum terjadi longsoran, jarak antara rumah warga dengan bibir tebing sekitar 7 meter, tetapi sejak terjadi musibah itu, jarak antara bibir tebing dengan rumah warga tinggal 3 meter, tentunya sangat membahayakan jiwa manusia yang berada di lokasi itu,”Tuturnya.

Terpisah Kepala Bidang rehabilitasi dan rekonstruksi BPBD Kota Ternate Faisal Hud ketika dikonfirmasi, secara spontan mengatakan anggaran tidak cukup untuk bangun talud dilingkungan itu, karena talud yang longsor sangat tinggi dan terdapat batu dasar yang menjadi penghalang untuk dibangun, meskipun dipakai Dana tak terduga DTT pun prosesnya cukup panjang tidak langsung dibangun begitu saja ketika ada keluhan.

“Talud yang longsor itu tinggi sekali, jika kita paksakan bangun, anggaran kita tidak cukup, apalagi ada batu dasar yang besar-besar,” Ujarnya.

Faisal mengaku dirinya baru menjabat Kepala Bidang baru seumur jagung, dilantik tanggal 22 Agustus 2022 lalu sehingga tidak mengetahui sudah berapa kali laporan atau keluhan yang disampaikan warga ke BPBD Kota Ternate, ia berjanji bakal menyampaikan informasi ini ke Kepala Badan BPBD karena pimpinanya saat ini masih berada dijakarta,” Janji Faisal. (Deka)

 

Berita Lainnya

 

© 2020 liputan-malut.com. All Rights Reserved.

Redaksi - Tentang Kami - Pengumuman

Design by