LIPUTAN-MALUT.com
NEWS TICKER

50 Pekerja Diberhentikan, Warga Tabona Protes Kerja Kotaku

Minggu, 23 Mei 2021 | 12:24 pm
Reporter: Ade H kaidati
Posted by: LIPUTAN MALUT
Dibaca: 1469

TERNATE,Liputan-Malut.com- Pekerjaan proyek pemeliharaan jalan rabat beton dan pemeliharaan drainase Kelurahan Tabona Kota Ternate Tahun 2021 yang bersumber dari dana Bantuan Pemerintah untuk Masyarakat (BPM) senilai Rp. 295.135.000 mendapat sorotan dari warga setempat, pasalnya pihak penangung jawab pekerja telah menghentikan 50 pekerja dari jumlah sebelumnya 122 orang.

Salah satu warga Tabona meminta identitasnya tidak dipublis kepada medya ini, Jumat (20/05/2021) mengatakan, awal pekerjaan, jumlah tenaga kerja sebanyak 122 orang berjalan kurang lebih satu minggu para pekerja di berikan upah dan diberhentikan, sehingga tersisa 72 orang, padahal semestinya anggaran yang diploting sudah jelas diperuntukan untuk 122 orang pekerja tidak bisa ada pengurangan,” bebernya.

Lanjut sumber ini mengatakan, padahal proggram melalui Kementerian PUPR, dan Kota Tampa Kumuh (Kotaku) bertujuan membantu masyarakat terdampak Covid 19 yang diawali dari kegiatan pembersihan lingkungan hingga kegiatan fisik,” kesalnya.

Sebagaimana diketahui pekerjaan proyek yang tertuang dalam papan proyek dengan total anggaran senilai Rp. 295.135.000, bersumber dari dana BPM senilai Rp. 290.000.000, dan swadaya masyarakat sebesar Rp. 5.135.000, waktu pelaksanaan 70 hari kerja dimulai sejak 20 April 2021 selesai pekerjaan 27 juni 2021 dengan pelaksana pekerjaan dari KSM nyinga rimoi.

Terpisah Bahrun Muhammad, Koordinator lembaga keswadayaan masyarakat (LKM) bali bungga kelurahan tabona, ketika dikonfirmasi mengaku pekerja yang diberhentikan adalah dari perempuan karena sisa kegiatan fisik yang dibutuhkan adalah tenaga laki laki sementara jumlah 122 orang pekerja didalamnnya ada perempuan,” akui Bahrun.

Menurutnya, jika masih tetap difungsikan 122 pekerja hingga pekerjaan selesai sudah tentu tidak berimbang hari kerja dan upah kerja, karena upah kerja di hitung/hari sebesar 164.500 rupiah, sehingga tidak ada masalah jika sebagian pekerja diberhentikan karena semua besaran anggaran sudah dihitung,” bantahnya

Alasan sebagian pekerja diberhentikan karena pekerjaan baru berjalan seminggu telah menghabiskan ongkos tukang sebesar Rp.120 juta, jika dikalikan 164.500 rupiah/hari tentunya anggaran tidak mencukupi karena dalam juknis anggaran hanya 210 juta hingga 220 juta rupiah

“Jika kami tidak keluarkan karyawan maka kami akan bermasalah dengan laporan keuagan nanti, uang terpakai habis pekerjaan kita tidak selesai, baru kami punya pekerjaan masih 11 hari sesui dengan juknis,” (Ade/Red)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *

© 2020 liputan-malut.com. All Rights Reserved.
Design by Velocity Developer