LIPUTAN-MALUT.com
NEWS TICKER

GMIH Kemakmuran Gelar Syukuran Hut Reformasi ke 505 Tahun dan Hut Kantor Sinode ke 3 Tahun

Senin, 31 Oktober 2022 | 8:03 pm
Reporter: Willy Parton
Posted by: LIPUTAN MALUT
Dibaca: 380

HALUT, Liputan-Malut.com – Gereja Masehi Injili di Halmahera (GMIH) di jalan Kemakmuran Tobelo melaksanakan ibadah Syukur Hut Reformasi ke 505 tahun dan Hut Kantor Sinode ke 3 tahun pada Senin (31/10/2022).

Ibadah syukur tersebut dihadiri langsung Ketua Sinode GMIH Jalan Kemakmuran Pdt Dr Demianus Ice MTH., Sekertaris Sinode Pdt Abram Ugu S.AG. MSI., Mewakili Dandim 1508/Tobelo, Pasi Log kodim 1508/Tobelo Lettu Inf.Frans Komea, Wakil ketua 1 Sinode Pdt.Sefnat Hontong , Para Ketua Yayasan Sinode, para Ketua Kelembagaan Sinode, Para Kordinator Wilayah pada pendeta dan
Mahasiswa Uniera.

Dimana prosesi pelaksanaan syukuran tersebut sendiri dilaksanakan dengan pembakaran lilin dilanjutkan pemotongan kue ulang tahun.

Ketua Sinode Pdt. Dr. Demianus Ice  mengatakan bahwa dalam perayaan gerakan Reformasi Gereja yang ke 505 tahun dan penggunaan Gedung sinode yang ke 3 tahun, masih hangat dalam ingatan dimana sejak tahun 2019 pada waktu semua sedang mengalami gangguan gangguan. Bahkan semua ingin Gereja di Halmahera ini di Reformasikan.

Dijelaskannya, untuk membangun suatu gedung harus disertai keiklasan sebab jika tidak gedung itu akan rusak karna itu semua perlu menggunakan potensi dengan keiklasan dan kejujuran.

“kita pernah menikmati suasana dimana ada gerakan yang seperti  Marten Luther lakukan, tetapi fakta membuktikan bahwa kita masih terus ada hingga saat ini, semata-mata karena anugerah Tuhan yang bekerja. Walaupun kita mengalami tantangan yg begitu rupa, tetapi sebagai Gereja reformasi  saya mengajak kita untuk terus berkomitmen tidak lagi mengulagi perbuatan-perbuatan yang pernah kita lalui bersama, berdoa dan bergumul kepada Tuhan agar Rohnya terus membaharui kita tanpa harus menggunakan dalil pembaharuan padahal isinya merusak Gereja,” jelasnya.

Menurutnya, GMIH adalah milik Tuhan yang didirikan pada peristiwa pentakosta sebagai tanda bahwa Gereja adalah buah karya Roh Kudus. Selanjutnya sebagai milik Tuhan, gerja tidak bisa di Privatisasi oleh orang-orang tertentu. Selain itu, semua bisa berdiri bukan karna kuat dan hebat siapapun itu  tetapi karna sang nakoda terus ada di dalam perahu GMIH dan terus mengingatkan agar jangan takut dan kurang percaya.

“Para pendahulu kita telah meletakkan dasar dgn baik, tugas kita untuk mengurus apa yang sudah diletakkan para pendahulu kita. Sejak awal kantor sinode didirikan di jalan kemakmuran sampai saat ini dan masih tetap berdiri kokoh,” jelasnya. (Willy)

Berita Lainnya

 

© 2020 liputan-malut.com. All Rights Reserved.

Redaksi - Tentang Kami - Pengumuman

Design by