LIPUTAN-MALUT.com
NEWS TICKER

Diduga Beda Dukungan Tim Bola di Piala Dunia, Seorang Remaja di Halut Gantung Diri

Senin, 31 Oktober 2022 | 10:00 pm
Reporter: Willy Parton
Posted by: LIPUTAN MALUT
Dibaca: 468

HALUT, Liputan-Malut.com – Seorang remaja laki-laki ditemukan tewas gantung diri di samping sekolah PAUD bersehati di Desa Tanjung Niara Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara, pada Senin (31/10/2022).

Korban inisial SP (18) pertama kali ditemukan oleh Melda Helut (27) yang bekerja sebagai guru honorer di Paud bersehati.

Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Halut, Iptu Kolombus Guduru mengatakan menurut keterangan saksi (Melda Hatu) yang bekerja sebagai guru honorer bahwa setiap pagi sekitar pukul 06.30 Wit, Ia bertugas untuk membuka pintu sekolah paud bersehati.

“Pada saat Melda ke sekolah untuk membuka pintu, Ia melihat SA (korban) sudah tergantung di ayunan disamping sekolah, kemudian Melda bergegas lari memanggil tetangganya yaitu Ferdinan Dailangi (46) yang merupakan perangkat kantor desa tanjung niara,” jelasnya.

Sementara menurut keterangan Ferdinan Dailangi (Saksi)
Bahwa setelah mendapat informasi dari Melda, Ia langsung ketempat kejadian.

“Pada saat itu Ferdinan belum mengetahui identitas korban, karena ia melihat dari arah belakang korban. kemudian Ferdinan pergi ke rumah kepala desa tanjung niara untuk melaporkan kejadian tersebut,” terangnya.

Lanjut dikatakan Kasi Humas bahwa menurut keterangan Jifre Jumati yang meruapakan teman korban, pada hari minggu pukul 23.00 Wit, setelah acara ulang tahun berakhir yang jaraknya hanya 30 meter dari rumah korban, Jifre bertemu korban, namun jifre mendengar ada selisih paham antara korban dan adik korban Patriks Harahaji terkait dengan fans bola negara Argentina vs Brazil.

“tidak terjadi adu fisik antara keduanya, setelah itu adik korban masuk ke dalam rumah, dan saya pun pergi,” jelasnya.

Kemudian pada keesokan hari tepatnya Senin (31/10/2022) pukul 06.30 wit  jifre mendapat kabar bahwa korban sudah tak bernyawa dengan cara gantung diri di ayunan sekolah paud dan mengakibatkan  meninggal dunia.

“korban sebelumnya sudah pernah melakukan percobaan bunuh diri namun tidak berhasil kejadian itu sekitar tahun 2021,” ungkapnya.

Sementara keterangan dari Patrik Harahaji yang merupakan adik korban mengatakan, pada hari Minggu (30/10/2022) pukul 23.30 Wit setelah acara pesta ultah berakhir, Ia bersama korban berselisih faham mengenai fans bola piala dunia antar Argentina dengan Brazil, namun tidak melakukan adu fisik.

“setelah itu saya langsung masuk ke dalam rumah untuk tidur, dan korban (kakak saya) Masih berada di depan teras rumah sambil duduk-duduk,” jelasnya.

Ditambahkannya, Saat melakukan gantung diri diketahui bahwa SA (Korban) menggunakan seutas tali diperkirakan dengan ukuran 3 meter yang di ikat pada palang ayunan sekolah paud dengan tinggi ayunan 2 meter. Dugaan sementara terjadinya peristiwa yaitu  frustasi, di karenakan korban sudah beberapa kali mencoba melakukan percobaan bunuh diri dengan cara mengantung diri.

“Pihak kelurga menolak melakukan pemeriksaan Medis ( Visum ) dan membuat surat pernyataan penolakan pemeriksaan medis/otopsi,” tambah Kasi Humas. (Willy)

Berita Lainnya