LIPUTAN-MALUT.com
NEWS TICKER

Pemilik PT. NHM Undang Stakeholder Lingkar Tambang Silaturahmi di Jakarta

Selasa, 1 September 2020 | 2:54 pm
Reporter: Willy Parton
Posted by: LIPUTAN MALUT
Dibaca: 158
susana silaturahmi pemilik NHM dengan stakeholder lingkar tambang (Foto Willy Parton Liputan-Malut)

TOBELO, Liputan-Malut.com – Presiden Direktur PT Indotan Halmahera Bangkit, Hi. Robert Nitijudo Wachjo sekaligus sebagai pemilik baru PT. Nusa Halmahera Minerals (PT NHM) mengundang sejumlah tokoh masyakat, anggota DPRD, kepala suku, pemuda, mahasiswa, Forum Kepala Desa (FKD) dan Camat di sekitar lingkar Halmahera Utara untuk bersilaturahmi di Jakarta.

Pertemuan yang berlangsung secara terbuka dan kekeluargaan penuh keakraban dilaksanakan pada bulan Juli dan Agustus 2020. Amin Anwar, Perwakilan PT. Indotan Halmahera Bangkit investor baru PT NHM, melalui rilis yang dikirim ke sejumlah wartawan menjelaskan dalam pertemuan tersebut H Robert selaku pemilik baru PT. NHM ingin mendapatkan masukan sekaligus belajar dan mendengar langsung permasalahan yang dihadapi masyarakat selama beroperasi dibawah komando Newctest berkaitan dengan program PPM  (Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat) supaya kedepannya implementasi program PPM lebih baik untuk masyarakat lingkar tambang khususnya dan masyarakat Halut umumnya bisa lebih baik lagi.

“Merujuk kepada Permen ESDM Nomor 41 Tahun 2016 tentang PPM pada kegiatan usaha pertambangan dan mineral dan Batubara, maka setiap badan usaha pertambangan diwajibkan untuk menyusun dan mempunyai Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).” Jelas Amin Anwar, Senin (31/08/2020).

Menurut Amin, program PPM sendiri merupakan salah satu upaya serius dari pemerintah untuk mengejawantahkan konsep Corporate Social Responsibility (CSR) di dunia tambang dengan tujuan untuk lebih mendorong perekonomian, pendidikan, sosial budaya, kesehatan, dan lingkungan hidup di sekitar tambang, baik secara individu maupun secara kolektif agar tingkat mehidupan masyarakat sekitar tambang menjadi lebih baik dan mandiri.

“Permen PPM ini kemudian lebih diperjelas lagi melalui Kepmen ESDM No 1824 K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat.” jelasnya.

Ia juga menambahkan Kepmen ini memuat dua poin utama, yiatu Pedoman Penyusunan Cetak Biru (Blue Print) dan Pedoman Rencana Induk PPM.

“Program PPM tersebut memcakup 8 program, yaitu meliputi pendidikan, kesehatan, tingkat pendidikan riil atau pekerjaan, kemandirian ekonomi, sosial budaya, lingkungan, kelembagaan komunitas dan infrastruktur.” Ucap Amin.

Amin mengatakan dalam pertemuan dengan mahasiswa, PTNHM akan terus memberikan bantuan dana pendidikan dan beasiswa berprestasi.

“Mengenai pembangunan asrama mahasiswa PTNHM lebih memilih memberikan bantuan langsung kepada setiap masing-masing mahasiswa untuk uang kost (kontrak rumah).” ujarnya.

Semetara dalam pertemuan dengan pemuda, PT. NHM memberikan kesempatan menjadi pemasok kebutuhan makanan sehari-hari karyawan PT. NHM, seperti sayuran, ikan, daging, buah-buahan, dan sebagainya.

“Untuk mengasah keterampilan para pemuda PT. NHM juga akan memberikan pelatihan seperti perbengkelan, petanian, perikanan, kewirausahaan dan kemandirian ekonomi.” Imbuhnya.

Selanjutnya kata Amin dalam pertemuan dengan empat kepala suku (Pagu, Modole, Boeng, dan Towiliko) dititik beratkan pada persoalan sosial budaya masyarakat lingkar tambang. Untuk itu PTNHM sepakat untuk memberikan bantuan Rp 1 Milyar untuk setiap suku/tahun ditambah Rp 50 juta  juga setiap bulannya untuk operasional kesekertariatan masing-masing suku.

“Bantuan tersebut diperuntukan, pelestarian rumah adat, pengadaan sarana dan prasarana penunjang dalam rangka pelestarian adat dan budaya, penguatan kapasitas kelembagaan adat empat suku agar semakin memiliki kemampuan dalam melestarikan budaya, tradisi, kesenian, kearifan lokal dan bentuk eksperesi kuktural lainnya yang merupakan modal sosial dalam membamgun keberdayaan masyarakat lokal.” Ungkapnya.

Disamping itu, tambahnya, perlu membangun jaringan lintas pelaku dan kerjasama dalam rangka aktualisasi adat istiadat dan sosial  budaya masyarakat dalam kegiatan strategis daerah dan masyarakat.

“Untuk menunjang kegiatan itu maka setiap suku harus menyediakan fasilitas sanggar budaya, pengadaan perlengkapan adat, pengembangan perpustakaan bahasa dan budaya dan pergelaran pekan raya budaya.” katanya.

Disamping itu, pemilik PTNH meminta kepada kepala suku untuk melakukan program santunan kepada anak-anak yatim piatu. Tambahnya.

Amin juga menjelaskan dalam pertemuan dengan para camat dan Forum Kepala Desa (FKD), membahas dana desa yang sebelumnya diberikan secara tunai namun sekarang sudah tidak bisa diberikan secara tunai tetapi harus berbasis program sesuai dengan amanat undang-undang minerba dan Kepmen ESDM No 41 2016. 

“Untuk itu PT. NHM mendorong kepala desa untuk membuat program-program sesuai dengan kebutuhan dan potensi setiap desa.” Katanya.

Dikatakannya, PT. NHM juga mendorong setiap kecamatan lingkar tambang untuk membentuk koperasi untuk membeli hasil pertanian, perikanan, dan peternakan dari petani dan peternak untuk dipasok ke PT. NHM.

“Kebutuhan logistik di PT. NHM, seperti sayur mayur, beras, ikan, daging sapi dan kambing serta telur setiap bulan sangat besar bahkan belanja ini sangat besar bisa mencapai Rp 6-7 milyar per bulan,” ujarnya. (Willy Parton)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *

© 2020 liputan-malut.com. All Rights Reserved.
Design by Velocity Developer