LIPUTAN-MALUT.com
NEWS TICKER

Nahas, Nelayan Halmahera Utara Tewas di Sambar Petir Saat Melaut

Senin, 1 Juli 2024 | 6:20 pm
Reporter: Willy Parton
Posted by: LIPUTAN MALUT
Dibaca: 232

HALUT, Liputan-Malut.com – Sebanyak tujuh orang nelayan asal Desa Tioua Kecamatan Tobelo Selatan Kabupaten Halmahera Utara tersambar petir saat melaut di perairan pulau kolorae, dimana kejadian ini terjadi pada Senin (01/07/2024), yang mengakibatkan salah seorang nelayan meninggal dunia karena tersambar petir.

Kasi Humas Polres Halut, Iptu. Deni Salaka mengatakan bahwa kejadian ini sendiri mengakibatkan salah seorang warga berinisial BK alias Bayu warga desa Tioua kecamatan Tobelo Selatan meninggal dunia. Sementara kelima warga lainnya harus dilarikan ke RSUD Tobelo untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Saat kejadian, para warga sedang melaut di sekitar pulau Kolorae namun tiba-tiba ada petir yang mengakibatkan sejumlah warga terkena sambaran petir, namun salah satunya meninggal,” jelasnya.

Mantan KBO intel ini mengatakan bahwa kelima warga lainnya yang tersambar petir juga merupakan warga desa Tioua diantaranya RK (40) mengalami luka bagian tubuh sebelah kiri, RH (23), GB alias Gerald (14), SP alias Safa (14), PB alias Peterson (51).

Sementara itu, berdasarkan kronologis kejadian sesuai keterangan saksi Riki yang disampaikan  kepada polisi bahwa pada pukul 03.30 Wit, warga hendak melaut dengan menggunakan pajeko (Kapal Ikan) milik Jefri Kaolang. Saat itu Riki berada di bagian kamar Komando bersama Bayu (Korban MD), sekitar pukul 05.00 Wit tiba – tiba terdengar suara menggelegar dan di sertai dengan cahaya petir yang sangat cepat kemudian menyambar di bagian atas kamar Komando.

“Serentak  yang berada di kamar Komando kemudian terjatuh, dan ada juga yang tidak sadarkan diri. Selang beberapa menit, Riki kemudian sadar dan melihat  Bayu  (Korban MD) tergeletak di sampingnya. Riki kemudian mengecek taman-teman kami yang lain, namun yang tidak sadarkan diri hanya Bayu,” ungkapnya.

Dari kejadian itu,  Riki dan lainnya kemudian bersama pemilik Pajeko dan teman – teman kemudian tidak melanjutkan pekerjaan untuk melaut, kami kemudian berputar arah dan kembali ke Desa Tioua untuk melakukan pertolongan kepada Korban. 

“Sekitar pukul 05.30 Wit kami tiba dan kemudian mengevakuasi korban ke RSU Tobelo bersama warga lain yang masih mengalami trauma,” ucapnya.

Selanjutnya Kasi Humas mengatakaan bahwa sekitar Pukul 09.00 Wit, personil Polsek Tobelo Selatan Bripka Lambertus Wattimena bersama Dinas BPBD Halut mendatangi rumah korban sekaligus monitoring dan pulbaket atas peristiwa kecelakaan yang menimpah keluarga korban.

“Peristiwa tersebut menurut keluarga murni Kecelakaan yang mengakibatkan Bayu neninggal dunia akibat tersambar petir. Untuk saat ini terdapat 3 (tiga) Korban yang masih di rawat di RSU Tobelo untuk dilakukan penanganan medis lebih lanjut,” terangnya. (Willy)

Berita Lainnya