LIPUTAN-MALUT.com
NEWS TICKER

Kepsek MAN 1 Halsel Diduga Hajar Siswa Sampai Babak Belur

Selasa, 20 Oktober 2020 | 7:23 pm
Reporter: Jul
Posted by: LIPUTAN MALUT
Dibaca: 129
Siswa MAN 1 yang di hajar kepsek sampai babak belur (Foto Jul Liputan-Malut)

HALSEL, Liputan-Malut.com – Kepala sekolah madrasah aliyah negeri 1 (MAN 1) Halmahera Selatan di Desa Tahane Kecamatan Pulau Makian, memberikan hukuman terhadap siswanya dengan cara bersikap premanisme terhadap anak didiknya yang baru duduk dibangku kelas satu (X).

Bukan hanya Nurlam Kobu-Kobu asal Desa Ploly umur 14 Tahun Kelas X di Sekolah Madrasah Aliyah Negeri 1 Halsel, dihajar Kepseknya dengan pukulan bertubi-tubi hingga wajah dan bibirnya bengkak.

Hal ini disampaikan Paman (Nurlam)  Kisman Safrudin, saat diwawancarai vhia telepon Senin (19/10/2020).

Menurut Jhek sapaan akrab Kisman akan mengadu masalah itu di Polsek Pulau Makian, kami keluarga tidak tinggal diam sebab perkara ini bukan baru pertama kali tapi sudah berulang kali yang dilakukan Kepsek Man 1 Halsel yang dipimpin Adhari A. karim itu sudah berulang kali bertindak diluar batas kewajaran dan dinilai tidak mendidik.

Sebab perlakuan itu bukan cermin sebagai seorang pendidik, dalam praktek pendidikan harus bersikap dingin ketika ada kesalahan yang dilakukan siswa, terangnya.

Bagi saya ini hukuman yang tidak setimpal dan melangar kode etik seorang tenaga pendidik, jelasnya

Sebagai pihak keluarga akan buat laporan ini ke penegak hukum Polsek Kecamatan Pulau Makian, dan kami berharap lembaga Kementrian Agama Halsel juga turut andil memproses sangsi tegas oknum Kepsek bersangkutan dapat ditindak tegas agar tidak semena-mena memukul siswa dengan cara seperti itu, bila perlu langsung dipecat karena perbuatan tidak manusiawi yang dilakukan tidak mencerminkan seorang pimpinan sekolah berbasis keislaman, pintanya.

Saat dikonfirmasi Nurlam, dia mengakui bahwa Kepsek memberikan hukuman dengan cara memukul dengan sepatu PDH dan saking emosi dia memberikan pukulan diwajahnya, akui Nurlam saat diwawancara vhia telepon  Senin (19/10/2020).

Sebelum torang dapa pukul selama dua jam tom phus-up dan berdiri berjemuran dibawah terik mata hari, setelah itu torang samua kena pukul, terangnya.

“bukan Cuma saya dong pukul tapi torang samua yang jadi paduan suara ketika upacara bendera di mulai di lapangan sekolah pagi itu diberikan hukuman yang tidak mendidik layaknya sebagai seorang guru,” kesalnya.

Nurlam bilang kepsek pukul torang pake rotang, injang, pukul deng tangan yang lainya juga bangka saya sampe tara bisa makan, bukan hanya dia yang dapat hukuman teman sekelasnya juga diperlakukan demikian, ungkapnya dengan sesali sikap yang ditunjukan kepsek. (Jul/red)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *

© 2020 liputan-malut.com. All Rights Reserved.
Design by Velocity Developer