LIPUTAN-MALUT.com
NEWS TICKER

Dituding Korupsi Dana Desa Tawa Tembus Rp 500 Juta, Bupati Bahrain Dan Kepala Inspektorat “Masih” Lindungi Kades Bahtiar Hi Hakim

Jumat, 18 September 2020 | 6:52 am
Reporter: Pemred
Posted by: LIPUTAN MALUT
Dibaca: 1738
Bupati Halsel Bahrain Kasuba (Foto Redaksi Liputan Malut)

HALSEL,Liputan-Malut.com- Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Bahrain Kasuba dan Kepala Inspektorat Halsel Slamat Ak diduga melindungi Kepala Desa Tawa, Bahtiar Hi Hakim. Pasalnya, aspirasi masyarakat dindeda tersebut tidak pernah ditanggapi. Padahal, aspirasi itu disampaikan sudah berulang kali. 

Kasus dugaan tindak pidana kejahatan korupsi Bahtiar Hi. Hakim terhadap DD selama tiga tahun anggaran mulai dari 2017-2018 dan 2019 yang merugikan negara kurang lebih 500 juta sekian. 

“Hasil audit inspektorat tahun 2019 sudah keluar dan temuannya 100 lebih. Belum lagi tahun 2017 dan 2018,” kata  masyarakat Desa Tawa Astuty Rasid kepada media ini via handphone, Kamis (17/09/2020).

Astuty mengatakan hasil audit Inspektorat investigasi Desa Tawa tahun 2019 ditemukan kerugian negara tak lari dari 100 lebih, artinya jika 2019 saja 100 juta lebih kerugian negaranya, terus di 2 tahun sebelumnya itu maka dipastikan dalam 1 tahun Negara mengalami kerugian diatas dari 200 juta jika dikalikan 3 tahun anggaran maka mencapai stenga miliar lebih alaias 500 juta sekian.

Pihaknya mengaku audit 2017-2018 banyak ditemukan kejanggalan sehingga Inspektorat Halsel harus dan wajib melakukan audit investigasi ulang terhadap pengelolaan DD Tawa.

“Dua tahun anggaran itu audit tidak jelas maka kami masyarakat meminta dengan hormat agar inspektorat wajib dan harus melakukan audit investigasi kembali pengelolaan DD Tawa,” pinta Astuty.

Menurutnya audit inspektorat 2017 hanya mendapatkan kekurangan 15 juta sekian dan 2018 juga tidak beda jauh itu sangat aneh sebab kenyataan di lapangan sangat berbeda karena banyak Item yang terdapat kejanggalan.

“Banyak kejanggalan di dua tahun anggaran itu, jadi wajib hukumnya Inspektorat lakukan audit investigasi ulang,” tegas Astuty

Selain pengelolaan DD Tawa 3 tahun itu, Astuty juga meminta agar Kejari Halsel segera menuntaskan kasus korupsi Bahtiar Hakim selama 3 tahun ini. “Kami minta Kejari agar lebih fokus menindak tegas korupsi yang dilakukan Bahtiar Hakim,” pinta Astuty.

Lebih jauh lagi satu-satunya aktivis perempuan yang masih progresif dan kritif itu meminta dengan hormat agar Bupati Halsel Bahrain Kasuba jangan melindungi Kepala Desa dan segera harus menyiapkan karteker Kades Tawa untuk menggantikan Bahtiar Hakim. Sebab, saat ini masyarakat setempat tidak lagi menginginkan Bahtiar Kasim jabat sebagai Kades.

“Pak Bupati Bahrain segera siapkan karateker untuk gantikan Bahtiar Hakim,karena bukan hanya DD 3 tahun bermasalah akan tetapi pengelolaan anggaran Covid 19 di tahun 2020 ini juga bermasalah sehingga tidak ada lagi yang harus dipertahankan,”cetusnya

Astuty juga menyesalkan terkait pelayanan Pemerintah Desa Tawa. Ironisnya Bupati Halsel tidak percaya berbagai kegelisaan masyarakat setempat. “Kalau tidak percaya laporan masyarakat Bupati segera turun ke lapangan untuk mengecek langsung. Sebab, pelayanan masyarakat juga sangat parah,,” pungkasnya (Red)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *

© 2020 liputan-malut.com. All Rights Reserved.
Design by Velocity Developer